ga perlu dibaca

April 15, 2011

kenapa begitu karena e karena mamang gw tulis posting ini bukan untuk di baca tapi kalao mau baca juga nggak masalah sih gw terbuka aja kalo tulisan ini di baca, klo ngga ya ngapain gw posting ya kan?

setiap hal itu punya makna dan hikmah dibalik semuanya, bahkan dari hal yang sama sekali tak bermakna mengandung sebuah manfaat yang tak pernah dibayangkan oleh yang tertutup hatinya

sekarang jam 12 semua kerjaan nggak ada yang beres hanya karena satu alasan aja, kekonyolan mengikuti kehendak orang yang berarti bagi ku.

banyak yang terkorbankan pada saat ini, semua hampir, membuatku tertekan, dia, tugas, laporan, laporan lagi, kuliah. sebel dengan semuanya. kalau terus begini sama halnya gw menyesali dan kesannya malah nggak nerima takdir akhirnya melihat sisi positifnya, keluarga ku adalah hal yang paling berharga yang gw miliki. tidak masalh lah untuk keluarga ini semua yang gw punya gw korbankan, selagi gw masih tidak kehilangan gw. nggak kehilangan kasih sayang mereka.

wah maaf ma, bah, dink, aa. dan terima kasih atas semua yang telah diberikan kepada ulun.

tetang keluarga, gw jadi mikir lagi akan kah gw sanggup menjadi istri yang bisa mengerti suami gw tanpa harus memendam rasa sakit hati dan tertekan atasnya. dari sekarang saja dia tak pernah berbagi cerita ma gw. ada masalah dia nggak pernah ngajak gw bertukar pikiran, dimatanya gw hanya anak kecil, gw hanya orang dewasa yang kekanak2an yang tak bisa dewasa. selalu salah, meski dia sayang dan mencintai bahkan care luar biasa, gw juga akhirnya nggak bakal tahan kalau harus seumur hidup menanggung perasaan tertekan, hidup berkeluarga bukan hanya masalah enaknya saja, bukan masalah pemenuhan kebutuhan biologis, seksual, kesenangan tapi masalah menyatu kan dua pikiran yang tak pernah bisa disatukan sehingga perlu pengertian satu sama lain,

aku juga akhirnya akan sangat susah untuk menjadi orang lain, menjadi sosok yang dia inginkan. sosok ilusi yang dia inginkan dari gw yang bukan seperti yang dia inginkan, gw nggak bakal bisa kalau harus terusterusan merubah diri untuk menjadi sepenuhnya apa yang dia inginkan. dia takkan tahu kalau gw nangis terus ketika merasa tertekan atas semuanya, gw bertahan dan menahan2 agar tetap bisa menjadi yang terbaik baginya. tapi semakin aku mencoba semakin dia menuntut, semakin dia dengan mudahnya terus menyalahkan ku atas semua yang ku lakukan yang tak sesuia dengan pikirannya, setiap orang tentu akan berbeda pemikirannya tapi untuk sekedar mengerti apakah tidak bisa dia lakukan. aku tak akan pernah lagi membuatnya menuruti apa yang ku inginkan dari sikapnya.

dulu dia takut kehilangan gw, tapi sekarang dia tak lagi merasakan itu. tak ada lagi hasrat dia untuk bersama ku, bahkan baginya sekarang tak ada masalh kalau dia tak bersama ku. dia sudah capek akhirnya, setelah sekian lama, mungkin cintanya sudah hilang hingga ingin diri ku berubah sesuai dengan keinginannya. mungkin kalau gw nggak bisa berubah cintanya hilang akibat bosan dan dengan begitu gw pergipun takkan pernah menjadi masalah baginya.

yah akan lebih baik seperti itu lah,daripada setelah menikah baru pisah, sakit pasti tapi aku tebak sakit ini tidak melebihi rasa sakit bisa suami yang meninggalkan gw.

gw bingung gw harus ngapain, kita liat aja gimana cerita gw. Gw juga dah pasrah, secinta apapun gw mngkin gw nggak tahan jg akhirnya kalo gini mulu,…

memang susah untuk menjadi saling mengerti masing-masing punya ego untuk menjadikan pasangannya seperti apa yang dia inginkan.

meski begitu aku sangat mencintaimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.