Mengenal Potensi Diri

May 30, 2011

Banyak orang yang tidak mengetahui dimana potensi dirinya dengan benar sehingga tidak teroptimalkan apa-apa saja yang dia perjuangkan.

Saat kita kenal potensi diri kita maka kita akan bisa memperjuangkan sesuatu yang akan teroptimal kan. Bahkan bagi yang merasa tak punya potensi apapun  sebenarnya mereka punya potensi untuk mengusahakan.

Menurut saya bakat dan potensi itu berbeda, perbedaannya adalah bagaimana kita menyikapi semuanya.

Bakat itu, menurut pandangan saya, adalah sesuatu kelebihan yang memang ada pada diri seseorang dan bakat itu dibawa dari sejak lahir (mungkin). Sedang potensi berkembang sesuai dengan apa yang bisa dilakukan dan sepenuh tenaga di usahakan. Tapi antara bakat dan potensi itu akan sangat keterkaitan sekali, tapi kesemuanya akan tergantung dengan bagaimana kita menyikapi semuanya.

Sebagai contoh, bakat akan tak berharga apabila di abaikan dan tidak diusahakan, misalnya seseorang yang sangat berbakat dibidang kepenulisan, setiap menulis dia akan memadukan kata demi kata dengan bagus dan sangat memuaskan para pembaca, namun, dia tidak mengusahakan untuk membuat lebih banyak tulisan karena banyak kegiatan yang dia geluti diluar kepenulisan. Atau bahkan lebih kacau apabila dia berada dalam sebuah rutinitas dan tidak bisa keluar dari rutinitasnya. Sehingga bakat dia di kepenulisan pun hanya tergunakan bila ada sebuah rutinitas dalam hidupnya yang mengharuskan dia menulis.

Berbeda dengan seseorang yang berbakat menulis dan mengusahakan menjadikan menulis sebagai sebuah hobby dan mengusahakan bakat itu dengan sepenuh hati. Rutinitas yang mengelilinginya di buat sedemikian rupa sehingga bisa membuatnya tetap bisa menulis, membuat menulis menjadi rutinitas wajibnya. Sehingga dengan demikian menulis itu akan terus mewarnai hari2nya dan membuat kesempatan-kesempatan yang mungkin untuk membuatnya bisa lebih dekat dengan dunia kepenulisan. Sehingga bakat dan potensi itu akan menjadi sebuah magnet yang tarik menarik.

Kasus berikutnya, tanpa memiliki bakat menulis hanya sedikit bermodalkan hobby akibat kesenangan membaca hingga ingin menulis, ya seperti saya sekarang ini, begitu ingin menjadi penulis saya mengusahakan hobby saya terlepas dari bakat saya di bidang ini, karena dari awal saya sadar saya tidak memiliki bakat dibidang ini tapi saya berusaha dengan sekuat tenaga unutuk bisa terus menulis dari membuat blog, ikut di jejaring sosial dan menuliskan notes2 hingga sempat vakum akibat kurang semangat, kurang fasilitas, kurang koneksi internet dan sempat juga akibat terjebak pada rutinitas saya. Blog vakum sampai bertahun tahun, kemudian setelah aktif dalam hitungan hari menghilang lagi dalam beberapa bulan, mencoba aktif lagi. Dan sekarang baru bangkit dari kevakuman yang terhitung bulanan. Mungkin lebih sebulan sudah tidak menulis dan posting di blog. Tapi terkait dengan potensi saya belum mengoptimalkannya dengan baik. Namun, jika potensi itu lebih dikembangkan, tidak sedikit orang yang sukses bukan karena bakat tapi karena kerja keras. Semoga saya termasuk didalamnya.

Intinya terserah kalian mau membawa bakat n hobby kalian kea rah mana dan seberapa jauh anda mengusahakan semuanya.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.