begitu lah semakin mahal biaya pendidikan, memang yang kaya bakal makin kaya yang miskin bakal nggak punya kekuatan dan daya untuk berusaha lebih mensejahterakan lehidupannya.

bagaimana tidak biaya sekolah yang berkualitas mahal, memang benar-benar, yang pinter jadi bodoh akibat ketiadaan fasilitas, ya memang banyak beasiswa banyak bantuan tapi apakah udah optimal. ya merasa bukan orang yang berada banget, jadi sekolah itu rasanya berat banget. taman kanak2 bisa menghabiskan dana yang nggak sedikit, ya kalo SD, SMP sudah mulai lumyan dengan adany BOS, tapi SMA, saat seorang anak cukup untuk memenuhi kualifikasi dari sekolah bertaraf internasional dan si anak itu juga punya keinginan yang besar untuk sekolah disana tapi karena ketiadaan kemampuan ekonomi dari orang tuanya maka mereka pun sering tidak bisa  mengecap pendidikan yang berkualitas. padahal orang yang sering memiliki prestasi dan potensi di atas rata-rata adalah mereka yang kurang mampu.

mengutip sedikit kata Filem, alangkah lucunya negeri ini, saya pun hampir tidak habis pikir dan ingin menertawakan keadaan, seandainya banyak orang dinegeri kita yang peduli dengan negaranya bukan dengan pribadinya sendiri, alangkah indahnya apalagi dunia pendidikan sangat penting dalam membangun generasi penerus bangsa

apalagi sekarang, mau kuliah, karena saya hidup di banjarmasin biarlah saya membahas banjarmasin ku tercinta. universitas negeri dibanjarmasin cuma ada satu-satunya yaitu UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT. ya dilihat dari sekarang betapa sulitnya kuliah bahkan yang paling memprihatikan dari semuanya, persyaratan yang tercantum disana menunjukkan pembayaran uang gedung yang tidak sedikit (5 jt Up untuk exact) harus dibayar sebelum daftar ulang, jadi pas daftar ulang harus bawa tanda bahwa sudah membayar, ya gak akan masalah bagi yang mampu dan kelebihan uang la bagi yang nggak mampu? haloooo itu nggak sedikit kan?

trus bagi yang mau ngambil kedokteran harus bayar minimal 60 juta untuk jalur reguler dan jalur SNMPTN undangan itu 30 juta, halo boy itu nggak sedikit apalagi bagi orang yang penghasilan keluarganya dibawah 2 juta sebulan. belum buat makan belum buat sekolah, jadi sepintar apapun kalau ngga punya uang sulit sekali kan (bukan berarti nggak mungkin).?

dan parahnya yang aku lihat disurat pernyataan bersedia menyumbang dengan ketentuan oitu tidak ada keringanan yang diberikan pihak universitas untuk yang kurang mampu, hmm bagaiaman ya? bukan kah mahal dan sulit sekali dan begitu lucu sekali ya sistem pendidikan kita?

semoga aja pihak kampus ada baca sehingga bisa memberikan keringanan biaya bagi yang kurang mampu. masa dicicil juga nggak bisa??

nggak ngerti deh pokonya bahkan aku kasian aja disisi generasi muda (bagi yang kurang mampu) susahnya minta ampun buat kuliah dan disisi lain banyak pejabat2 yang dengan tenangnya makan uang rakyat, kan akan lebih baik jika uang yang mereka makan itu buat kami2 kita2 anak2 yang mau sekolah mau kuliah, biayain donk, atau gratiskan aja.

kasian ya kami2…

NB: mohon ada yang bisa mengkarifikasi, untuk masuk UNLAM (UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT) lkenapa biaya gedung harus dikirim ke rekening REKTOR UNLAM di bank BTN bukan BNI UNLAM, dari tahun2 dulu pembayaran dilakukan dilakukan di BNI UNLAM. ckckckck ada apa kan? tolong lah jangan bikin kami yang awam berfikir macam-macam. dan kenapa juga nggak bisa dicicil. kalau di BNI UNLAM bisa dicicil tapi kenapa sekarang nggak bisa dicicil dan dikirimnya juga harus di REKENING REKTOR UNLAM DI BANK BTN?

tolong diklarifikasi dan maaf jika ada yang menyinggung karena ini semata-mata ingin mengaspirasikan pikiran dan memperjuangkan apa yang seharusnya bisa didapatkan oleh yang sedikit kurang mampu, dan mohon diklarifikasi dan di koreksi jika merasa ada yang mengganjal dan salah

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.